Zio Sandi: Dari Striker Lapangan ke ‘Striker Hati’ Lewat Debut Single ‘Turah Wani’

Cinta itu lucu, tapi kalau sudah serius ya harus berani, kan?

0
11

Di usia 15 tahun, Zio Sandi dari Sleman, akhirnya berani melangkah dari lapangan hijau ke panggung musik. Akhir 2025 ini, ia merilis debut single berjudul “Turah Wani”, sebuah lagu pop-dangdut Jawa karya Tomo Widayat yang bercerita tentang cinta remaja: lugu, serius, dan menjadi cara untuk berani mengambil langkah besar.

Buat Zio, pesan di lagu ini sederhana: kalau benar-benar sayang, sebagai cowok kita harus berani “nembung”, minta restu baik-baik, bukan gerilya sembunyi-sembunyi. Itu nilai yang ia pegang, baik sebagai pemain bola maupun sebagai laki-laki yang bertanggung jawab.

Vokal Zio mungkin masih fresh ala anak TikTok, tapi saya berharap “Turah Wani” bisa jadi anthem remaja Jawa yang lagi memperjuangkan cintanya. Cinta itu lucu, tapi kalau sudah serius ya harus berani, kan?

Dari Lapangan Rumput ke Studio Rekaman

Sebelum bernyanyi, hidup Zio sebenarnya penuh bau rumput dan suara sepatu bola. Dari kecil saya ikut ayah main ke lapangan, lalu masuk SSB pada usia enam tahun. Impian jadi pemain profesional masih dikejarnya, dengan masih bermain di tim junior PSS Sleman dan latihan rutin yang menjadi menu utamanya.

Bakat musik juga datang dari ayahnya, Sandi Abdurakhman, vokalis Newdays, band pop era 2000-an. Sejak kecil Zio ikut latihan, manggung, dan awalnya malah jatuh cinta sama drum. Tapi karena jadwal drum sering tabrakan dengan latihan bola, ia memilih fokus ke sepak bola dulu.

Suara Zio baru “ketahuan” waktu iseng rekaman untuk tugas sekolah pas kelas empat SD. Dari situ ia keterusan nyanyi, cover, dan jatuh cinta sama musik pop-dangdut Jawa. Zio juga ngefans berat sama Denny Caknan, dan semoga suatu hari bisa satu panggung bareng beliau.

Soal dibilang mirip? Santai saja. Semua proses butuh waktu. Pelan-pelan Zio sedang menemukan karakternya sendiri.

Proses Kreatif “Turah Wani”

Lagu ini diproduseri Tomo Widayat, dengan Aza Ardito mengisi keyboard dan strings, Cendy pada cak-cuk, dan mixing-mastering oleh Hero Aditya. “Turah Wani” dirilis oleh Top Record dan sudah mengudara di berbagai digital platform seperti Spotify dan Apple Music per 28 November 2025. Video klip resminya juga tayang di kanal YouTube Zio Sandi pada hari yang sama.

Dari mimpi di lapangan hingga mimpi di panggung musik, perjalanan ini baru dimulai. Semoga “Turah Wani” bisa jadi langkah pertama yang membuka pintu-pintu berikutnya, baik untuk sepak bola, musik, maupun cinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here