Menjelang penutup tahun 2025, Wawes kembali menghadirkan karya baru melalui single “Duwa”, sebuah lagu dangdut elektronik yang terasa spesial karena melibatkan penyanyi Malaysia, Sophia Liana. Kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama bagi Dien Ganjar, Louis David, dan Bayu Garnida untuk bekerja lintas negara—sebuah langkah penting yang menandai semakin luasnya jangkauan dangdut di Asia. Tak heran jika proyek ini dinamai Yogyakarta–Kuala Lumpur Connection.
‘Duwa’: Dangdut Elektronik dengan Lirik Tiga Bahasa
Materi “Duwa” sebenarnya sudah lama disimpan Louis David. Tanpa rencana untuk duet, lagu ini justru tumbuh menjadi kolaborasi menarik ketika Sophia Liana ikut menyempurnakan lirik dan menulis bagiannya sendiri dalam campuran Melayu–Indonesia. Sementara Wawes tetap hadir dengan bahasa Jawa khas mereka, “Duwa” pun tampil unik dalam tiga bahasa sekaligus.
Liriknya menyinggung sisi gelap hubungan asmara: pengkhianatan, mendua, dan keberanian mengakhiri cinta meski masih terikat perasaan. Kata “Duwa” sendiri diambil dari “mendua”, namun dipersingkat agar terdengar lebih ringan dan catchy.
Eksperimen Elektronik Pertama Wawes
Kolaborasi ini terjadi berkat pertemanan dengan musisi Malaysia dan jaringan Faithful Music di Kuala Lumpur. Sophia Liana, yang dikenal dengan gaya EDM, hip hop, dan R&B, justru menjadi tantangan segar karena tidak memiliki latar dangdut. Hal inilah yang mendorong Wawes berani bereksplorasi ke dangdut elektronik, sebuah genre yang belum pernah mereka sentuh sebelumnya.
Proses kreatifnya melibatkan banyak tangan: Bagus Muhammad (Pendhoza) dan Ryan Pianos menggarap beat elektronik, sementara final rekaman dilakukan di Faithful Music Kuala Lumpur bersama Adib Hussin sebagai sound engineer sekaligus vocal director. Setelah melalui beberapa revisi, “Duwa” akhirnya menemukan warna vokal yang cocok bagi kedua pihak.
Mixing–mastering dikerjakan oleh Bagus Muhammad di Muh Studio, Yogyakarta. Produksi video klip sepenuhnya dikerjakan tim kreatif Malaysia.
13 Tahun Berkarya, Wawes Buktikan Dangdut Bisa Mendunia
Dirilis pada 22 November 2025, “Duwa” sekaligus menjadi penanda perjalanan 13 tahun Wawes berkarya. Sejak berdiri pada 2012, Wawes konsisten membawa dangdut modern dari Yogyakarta dan terus berinovasi lewat album Restu, Acoustic Live, hingga buku Babad Alas Dangdut Anyar.
Kini beranggotakan tiga orang—Dien Ganjar, Louis David, dan Bayu Garnida—Wawes tetap produktif dengan sederet lagu populer seperti “Kabur Kanginan”, “Cerito Manis”, “Kesel”, “Raiso Dadi Siji”, hingga kolaborasi bersama NDX AKA. Dengan “Duwa”, mereka menegaskan bahwa dangdut Jogja mampu berbaur dengan genre global dan layak bersaing di panggung internasional.
